Aug
10
2015
0

Tujuan Terbesar Dalam Hidup Saya

Tujuan, tujuan bisa di ibaratkan dengan cita – cita. Bicara soal cita – cita , bagaimana jawabanku ketika ditanya mengenai cita –cita? mungkin mudah saja seperti kebanyakan anak lainya saat pertama kali ditanya apa cita – citamu saat sudah dewasa? Dengan mudah saya menjawab ingin menjadi seorang polisi. Mungkin dulu cita – cita sebagai polisi memang tenar di kalangan anak – anak karena bisa berkasi memberantas kejahatan , namun seiring waktu keinginan untuk menjadi seorang polisi pun berubah tidak hanya sekali namun beberapa kali mengganti pemikiran soal cita – cita ini dari yang ingin menjadi seorang pilot, pemadam kebakaran,dokter, seniman dan lainnya.

Seiring waktu sempat saya mendapat titik buntu untuk menetapkan tujuan hidup, hal itu terjadi saat masa remaja, disana saya bingung untuk menenttukan tujuan hidup saya. Mungkin karena faktor pergaulan, saat itu saya tidak peduli dengan bagaimana kehidupan mendatang di masa depan. Saya tidak peduli kelak akan menjadi apa yang terpenting saya bisa hidup dengan bebas, namun seiring waktu menjelang kelulusan saya mendapat sebuah pertanyaan dari seorang guru “What do you want to be ?”  saat mendengar kata – kata itu saya sadar bahwa saat itu keadaan saya sangat hampa , hidup tanpa tujuan. Sejak saat itu saya mulai mencari apa yang ingin saya lakukan kelak.

Setelah waktu yang cukup lama mencari tujuan hidup akhirnya Alhamdulillah saya menemukan target untuk kedepannya , saya ingin menjadi seorang pengajar/ guru. Kenapa menjadi seorang pengajar? Jawabannya sederhana saya terinspirasi dengan seorang guru yang tidak hanya membingbing pelajaran namun membingbing seorang murid bermasalah seperti saya agar mau berusaha untuk menemukan tujuan hidup.

Akhirnya pada saat itu saya mematangkan keyakinan untuk menjadi seorang guru. Tapi tujuan hidup saya tidak hanya menjadi seorang guru masih banyak tujuan lainya seperti memberangkatkan haji orang tua, mengikuti berbagai macam organisasi dan menjadi seorang pelatih pencak silat. Semua hal tersebut merupakan tujuan yang saya temukan, mungkin masih banyak tujuan lain yang akan saya cari setelah saya berhasil menggapai semua tujuan tersebut.

Semua hal tersebut dapat dicapai dengan mudah bila kita terus berusaha bila kita ada kemauan dan tidak lupa pula doa dari kedua orangtua dan orang – orang terdekat kita agar selalu di beri ridho oleh Allah SWT.

Terimakasih..

Written by muhammadauliya13 in: Uncategorized |
Apr
04
2015
0

Perintah Linux Shell dan Perintah Penjadwalan

LINUX SHELL

Shell, adalah program(penterjemah perintah)yang menjembatani user dengan sistem operasi dalam hal ini Kernel (inti dari sistem operasi), umumnya shell menyediakan prompt sebagai user interface, tempat dimana user dapat mengetikkan perintah-perintah yang diinginkan baik berupa perintah internal shell (internal command), ataupun perintah eksekusi file program (eksternal command), selain itu memungkinkan user menyusun sekumpulan perintah pada sebuah atau beberapa file untuk dieksekusi sebagai program .

Dalam command shell terbagi menjadi:

  1. BASH(Bourne Again Shell)

Perbedaan BASH dengan DOS command prompt:

#          Case sensitive: seperti a berbeda dengan A

#       “/” dan “\” :

o>   DOS: \ (pemisah direktori), / (command argument delimiter)

o >  Linux/Unix: / (pemisah direktori), \ (escape character)

–          Filenames     :

o>   DOS : menggunakan kaidah “eight dot three”, contoh filename.txt

o>   Linux/Unix : tidak menggunakan kaidah “eight dot three

  1. Eksekusi Perintah

Dalam eksekusi perintah terdapat dua cara:

1. Perintah PATH

Perintah  paling umum berada di dalam “PATH” shell, untuk melakukan perintah cukup mengetikkan nama dari program untuk mengeksekusinya.

Contoh perintah:

./program         (mengeksekusi program di direktori anda saat ini)

2.Command Syntax

perintah dapat berjalan sendiri, atau dapat ditambahkan argumen untuk membuatnya berbeda

command syntax:

 

command [-argument] [-argument] [–argument] [file]

 

contoh:

ls –l                   : menampilkan daftar file dengan “long” format

cat filename      : menampilkan konten dari file.

  1. Linux Help

Bantuan pada perintah Linux yang paling sering digunakan biasanya dibangun ke dalam perintah itu sendiri. Tersedia melalui bantuan man pages dan info pages.

1.Man Pages

Sumber terbaik untuk perintah yang paling lengkap dapat ditemukan pada halaman manual. Untuk membaca halaman manual dari setiap perintah, cukup ketik man program .

Contoh:

man ls : manual mengenai perintah “ls”

untuk keluar dari perintah man, ketik “Q”

2.Info Pages

Halaman info sama dengan halaman manual, namun yang ditampilkan berupa segmen yang lebih pendek dengan tautan menuju potongan-potongan informasi lainnya. Halaman info dapat diakses dengan perintah “info”.

Penjadwalan 
Penjadwalan, merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Proses penjadwalan yang akan dibahas disini adalah proses penjadwalan sistem operasi LINUX
Penjadwalan Proses
Pada sistem Linux, terdapat banyak cara untuk menangani eksekusi-eksekusi perintah. Diantaranya, diberi kesempatan untuk membuat daftar perintah dan menentukan kapan perintah dijalankan oleh sistem. Perintah at, sebagai contoh memberi peluang untuk menjalankan program berdasarkan waktu yang ditentukan. Perintah batch adalah memiliki kemiripan dengan at, namun batch menjalankan program-program manakala sistem menemukan waktu untuk mereka.

Written by muhammadauliya13 in: Uncategorized |
Mar
17
2015
0

Resume Praktikum SO

Manajemen Proses Pada Sistem Oprasi Linux

Manajemen Proses

Proses adalah program yang sedang dieksekusi di Linux, setiap program merupakan proses. Proses dapat diciptakan dan pula dimusnahkan. Ketika sistem GNU/Linux pertama kali diaktifkan proses yang dilakukan pertama kali adalah prose init. Konsep proses pada linux memiliki kemiripan dengan konsep file permission. Setiap proses pada Linux memiliki PID (ID proses) yang merupakan nomor unik yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan proses bersangkutan.
Terdapat 4 konsep dasar manajemen proses :
1. Multiprogramming, salah satu teknik penjadwalan dimana tugas yang sedang berjalan tetap berjalan sampai melakukan operasi yang membutuhkan waktu untuk menunggu respon dari luar (external event), misalnya membaca dari disket/CD/dan sebagainya, atau sampai komputer memaksa untuk menukar tugas yang sedang berjalan dengan tugas lainnya.
2. Pseudoparallelism, eksekusi proses secara paralel pada sistem.
3. Multiprocessig, kemudian pemrosesan komputer yang dilakukan secara serentak. Istilah ini juga dapat merujuk kepada dukungan sistem untuk mendukung lebih dari satu processor.
4. Distributed Processing, Mengerjakan semua proses pengelolaan data secara bersama antara komputer pusat dengan beberapa komputer yang lebih kecil dan saling dihubungkan melalui jalur komunikasi.
Berikut adalah beberapa perintah di Linux Ubuntu:

  1. ps
    1perintah “ps”, digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada.
  2. ps u

2perintah “ps u”, digunakan untuk melihat elemen lainnya yang terkait dengan proses.

3.ps -u

3perintah “ps –u”, nama_user menampilkan proses yang sedang dijalankan oleh user
4.ps -a

5

perintah ”ps –a”, menampilkan proses yang sedang aktif di terminal
5. ps -au

perintah ”ps –au”, menampilkan proses lengkap dengan user yang menjalankannya
6. ps -aux

6

perintah ”ps –aux”,menampilkan semua proses, baik di root atau user lainnya.

7. Top, menampilkan proses yang sedang berjalan. Top merupakan suatu aplikasi lagi sejenis dengan task manager .7

8.Htop ,untuk install htop ketik command sudo apt-get install htop (perlu koneksi internet).8

9. ps eH, menampilkan parent dan child .9

10. ps eF menampilkan parent dan child dengan lokasinya.

10

11. pstree, menampilkan hierarki hubungan parent/child

11

kill PID, menghentikan suatu proses dengan menggunakan PID-nya
pkill nama_proses, menghentikan suatu proses menggunakan nama programnya
killall nama_program, menghentikan semua program tertentu yang sedang berjalan
renice , digunakan untuk meningkatkan suatu program. Namun jika akan menurunkan prioritas harus masuk sebagai super user terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan keamanan.

Written by muhammadauliya13 in: Uncategorized |
Feb
14
2015
34

Rekayasa Perangkat Lunak

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Rekayasa Perangkat Lunak atau yang sering disebut RPL (Software Engineering).Perangkat lunak adalah perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat dapat berupa program atau proseddur. Program adalah kumpulan perintah yang dibutuhkan oleh user dalam menerima informasi.

Menurut IEEE Computer Society : Rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan perangkat lunak, serta studi atas pendekatan-pendekatan ini, yaitu penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak.

Rekayasa Perangkat Lunak adalah pengubahan perangkat itu sendiri guna mengembangkan, memelihara dan membangun kembali dengan prinsip rekayasa untuk menghasulkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna.

Tujuan Rekayasa Perangkat Lunak

Secara lebih khusus kita dapat menyatakan tujuan dan Rekaya Perangkat Lunak ini adalah:

  1. Memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah.

  2. Menghasilkan pereangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu

  3. Menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform

  4. Menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah

Kriteria Dalam Merekayasa Perangkat Lunak

  1. Dapat terus dirawat dan dipelihara (maintainability)
  2. Dapat mengikuti perkembangan teknologi (dependability)
  3. Dapat mengikuti keinginan pengguna (robust).
  4. Efektif dan efisien dalam menggunakan energi dan penggunaannya.
  5. Dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan (usability).

 

 

Model Proses Dalam Rekayasa Perangkat Lunak

Model proses perangkat lunak masih menjadi object penelitian, tapi sekarang ada banyak model umum atau paradigma yang berbeda dari pengembangan perangkat lunak, antara lain:

A. Waterfall Model

Sebuah pendekatan pengembangan perangkat lunak sistematik dan sekuensial. Disebut juga “Classic Life Cycle”. Disebut waterfall (berarti air terjun) karena memang diagram tahapan prosesnya mirip   dengan air terjun yang bertingkat, berikut diagram tahapannya.

B. Evolutionary Software Process Models

Bersifat iteratif/ mengandung perulangan. Hasil proses berupa produk yang makin lama makin lengkap sampai versi terlengkap dihasilkan sebagai produk akhir dari proses. Dua model dalam evolutionary software process model adalah:

1. Incremental Model

Incremental Model merupakan gabungan antara model linear sekuensial dan prototyping. Setiap linear sekuen menghasilkan produk yang deliveriables. Increment pertama merupakan produk inti yang mengandung persyaratan/kebutuhan dasar. Penambahan dilakukan pada increment-incremet berikutnya.

2. Spiral model

Proses digambarkan sebagai spiral. Setiap loop mewakili satu fase dari software process. Loop paling dalam berfokus pada kelayakan dari sistem, loop selanjutnya tentang definisi dari kebutuhan, loop berikutnya berkaitan dengan desain sistem dan seterusnya.

C. Transformasi Formal

Metode ini berbasiskan pada transformasi spesifikasi secara matematik melalui representasi yang berbeda untuk suatu program yang dapat dieksekusi. Trasformasi menyatakan spesifikasi program Menggunakan pendekatan ‘Cleanroom’ untuk pengembangan PL.

Metode ini mempunyai keterbatasan dalam pemakaiannya. Keunggulannya adalah mengurangi jumlah kesalahan pada sistem sehingga penggunaan utamanya adalah pada sistem yang kritis. Hal ini menjadi efektif dari segi biaya.

Pemakaian model pengembangan formal memerlukan tingkat kerahasian sebelum digunakan.
Permasalahan dalam model pengembangan metode formal:

۞ Memerlukan keahlian khusus dan pelatihan untuk mengaplikasikannya
۞ Sulit menentukan beberapa aspek dari suatu sistem seperti user interface


D. Model Rapid Aplication Development (RAD)

Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah model proses perkembangan software sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek. Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model sekuensial linier di mana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan kontruksi berbasis komponen. Jika kebutuhan dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan tim pengembangan menciptakan “sistem fungsional yang utuh” dalam periode waktu yang sangat pendek (kira-kira 60 sampai 90 hari).

E. Prototyping Model

Kadang-kadang klien hanya memberikan beberapa kebutuhan umum software tanpa detil input, proses atau detil output. Di lain waktu mungkin dimana tim pembangun (developer) tidak yakin terhadap efisiensi dari algoritma yang digunakan, tingkat adaptasi terhadap sistem operasi atau rancangan form user interface. Ketika situasi seperti ini terjadi model prototyping sangat membantu proses pembangunan software.

G. Extreme Programming (XP) Model

Model proses ini diciptakan dan dikembangkan oleh Kent Beck. Model ini adalah model proses yang terbaru dalam dunia rekayasa perangkat lunak dan mencoba menjawab kesulitan dalam pengembangan software yang rumit dan sulit dalam implementasi. Menurut Kent Beck XP adalah : “A lightweight, efficient, low-risk, flexible,predictable, scientific and fun way to develop software”. Suatu model yang menekankan pada:

keterlibatan user secara langsung

pengujian

pay-as-you-go design

 

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Rekayasa_perangkat_lunak

Buku Rekayasa Perangkat Lunak oleh Roger S. Pressman, Ph. D. Edisi 7

http://kityyulia.blogspot.com/2013/02/pengertian-dan-tujuan-rpl.html

http://komandankempong.blogspot.com/2011/09/model-proses-rekayasa-perangkat-lunak.html


Written by muhammadauliya13 in: Uncategorized |
Feb
12
2015
1

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Written by muhammadauliya13 in: Uncategorized |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker